Lombok Tengah – Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Evi Apita Maya dan tim terus bergerak melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ke seluruh penjuru daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tak hanya menyasar berbagai kalangan masyarakat, penguatan nilai luhur bangsa ini juga gaungkan dihadapan pelajar khususnya di sekolah daerah pelosok. Seperti di Pondok Pesantren Al Qodir, Desa Menemang Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah pada Jumat (22/3).

Disambut shalawat badar, Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan DPD RI Evi Apita Maya berlangsung khidmat dan penuh kesederhanaan, yang di ikuti oleh puluhan siswa dan tenaga pendidik. “Empat Pilar Kebangsaan itu meliputi Pancasila, Undang – Undang Dasar 1945, kedua aspek ini pastinya sering didengar ketika mengikuti upacara bendera. Kemudian ada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika, yang pastinya sudah pernah diajarkan oleh guru atau ustadznya di sekolah,” kata Evi Apita Maya.

Senator Dapil Nusa Tenggara Barat ini menekankan bahwa tujuan kedatangannya untuk bersosialisasi adalah untuk memastikan makna dari 4 pilar kebangsaan tersebut difahami, dan di implementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Ia menyebut, Negara tanpa 4 pilar tersebut akan hancur, akan mudah digoyahkan kedaulatannya, dan akan mudah terpecah belah.

“Sekarang Negara memiliki 4 Pilar Kebangsaan ini, tapi jika setiap kita, setiap rakyatnya tidak memahami dan mengamalkannya hancurlah Negara ini. Seperti misalnya menjadi Tentara yang berjuang berperang dengan tekad NKRI di hatinya. Nilai luhur Pancasila yang kita implementasikan setiap hari di Pondok ini, yaitu pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian toleransi antar suku agama, ras dan adat kita yang kuat sebagai bukti bahwa Negara ini hadir berdasarkan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Para siswa dan tenaga pendidik di sekolah inipun tampak bersemangat mengikuti kegiatan sosialisasi meski sedang berpuasa Ramadhan. Hal ini juga tidak lepas dari peranan Evi Apita Maya dan tim yang menyampaikan materi 4 pilar kebangsaan dengan cara yang menyenangkan.

“Kita buat permainan – permainan kecil, untuk mengukur sejauh mana para siswa ini memahami tentang pilar kebangsaan yang kita sampaikan. Kami berikan hadiah langsung, jadi meski dibulan puasa mereka tetap bersemangat,” ucap Evi Apita Maya.

aNd

Previous articleEvi Apita Maya distribusi bantuan korban bencana puting beliung Lombok Tengah
Next articleBerangkatkan 80 PMI ke Boustead Malaysia, PT. Kijang Lombok Raya pesan pekerja tetap puasa