Mataram – Perwakilan PT. FIMA Berhad Malaysia, melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Barat guna memperkuat hubungan silaturahmi dengan para keluarga dan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di lima daerah kantung PMI Lombok pada Selasa (25/07). Berbekal job order (surat perekrutan) dengan kuota mencapai 400 orang PMI pertahun, perusahaan perkebunan sawit ini meminta pendampingan dari perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia di Mataram NTB, PT. Kijang Lombok Raya agar difasilitasi bertemu dan sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat juga pemangku kebijakan.
Memulai langkah dengan bertemu Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun di ruang kerjanya, Ketua rombongan PT. FIMA, Mohammad Fahmy Bin Mahmud mengharapkan agar pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan perhatian khusus bagi perusahaannya untuk menyerap tenaga kerja dari NTB. Ia mengatakan bahwa kebijakan moratorium yang dilakukan pemerintah Indonesia memberikan pengaruh terhadap produktivitas perusahaan, sehingga diharapkan agar kebutuhannya akan tenaga kerja yang sedang berproses tahun ini dapat cepat diberangkatkan.
“Kami membuka job order setiap tahun mencapai 400 orang, khusus untuk Lombok provinsi NTB. Kami harapkan, melalui PT. Kijang Lombok Raya tidak ada kendala lagi dan calon pekerja kami dapat cepat diberangkatkan,” ucap Mohammad Fahmi saat bertemu dengan Wakil Bupati Lombok Barat.
Setelah dari kantor pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, delegasi perusahaan Malaysia inipun menyusuri kantung – kantung PMI yang berlokasi di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur. Dalam kesempatan ini pihak FIMA bersama PT. Kijang Lombok Raya, mensosialisasikan peluang kerja di perusahaan sawit tersebut mulai dari fasilitas sandang, pangan dan papan serta jaminan perlindungan kerja.
“Kami penuhi semua kebutuhan, seperti asuransi dan tanggungan yang menjadi kewajiban kami selaku perusahaan yang memberikan peluang kerja. Kami harap dengan bersilaturahmi kami bisa lebih dekat dengan masyarakat calon PMI,” ucapnya kepada masyarakat.
Kepada seluruh pihak yang dikunjungi, FIMA menyampaikan komitmennya untuk patuh terhadap aturan yang berlaku, sebagaimana MoU tentang perlindungan dan jaminan kesejahteraan PMI yang disepakati antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia. Karena selain perkebunan sawit yang dimilikinya, FIMA juga membutuhkan tenaga kerja di sektor perkebunan buah nanas dan durian.
Turut mendampingi perwakilan perusahaan sawit tersebut, Asosiasi Perusahaan Pekerja Migran Indonesia (APPMI) bersama PT. Kijang Lombok Raya juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menumpuh prosedur resmi, sebagaimana aturan yang berlaku. “Prosedur pemberangkatan PMI ke Malaysia kini dapat ditempuh secara gratis atau zero cost melalui sistem satu saluran. Dan nanti kalau sudah berangkatnya resmi, sampai di perusahaan mohon jaga nama baik negara, jangan lari dari perusahaan. Jika ada masalah agar disampaikan langsung ke majikannya,” kata Ketua Umum APPMI, Muazzim Akbar.
Menjawab kegelisahan masyarakat calon PMI, Muazzim Akbar menyampaikan bahwa meski ada moratorium atau penutupan sementara pengiriman PMI ke Malaysia, namun pelamar kerja migran yang telah berproses melalui lembaga penyalur tetap dapat diberangkatkan.
“Penutupan itu hanya untuk perusahaan yang job ordernya belum diterima atau di sahkan oleh Kementerian Tenaga Kerja,” tegasnya.
Senada juga disampaikan Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun yang merespon harapan delegasi dari Negeri Jiran tersebut dengan sambutan hangat. Ia berpesan agar seluruh PMI yang telah bekerja di Perusahaan FIMA dapat dijaga dengan baik hingga akhir masa kontrak kerjanya.
“Pesan saya supaya dijaga warga masyarakat Lombok yang berada di Malaysia. Apa yang menjadi hak – haknya sebagai pekerja agar dipenuhi,” ujar Wabup.
Selain itu Wabup dari partai Golongan Karya ini juga mengharapkan agar PT. FIMA membantu NTB dalam hal promosi wisata khususnya keindahan dan pesona Lombok dari Malaysia. “Sampaikan kepada masyarakat Malaysia tentang keindahan wisata Lombok, khususnya di Lombok Barat dengan eksotisme kawasan Sekotong berupa pantai dan gunung,” harapnya.
Kunjungan FIMA juga disambut oleh senator Komite III DPD RI asal NTB, Evi Apita Maya. Ia mengharapkan agar pihak perusahaan juga mendorong pemerintah Malaysia untuk saling menguatkan hubungan baik dengan pemerintah Indonesia.
aNd





