Mataram – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Forum Wartawan Pemprov Nusa Tenggara Barat menggelar diskusi publik, bertajuk “partisipasi pemuda mewujudkan pesta demokrasi damai dan mencegah politisasi SARA di Pilkada NTB 2024” di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB pada Rabu (22/5). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram.

Dibuka oleh Asisten 1 Setda Provinsi NTB, Lalu Hamdi, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Komisioner KPU, Agus Hilman, dan Ketua Bawaslu NTB, Itratip. Ketua Forum Wartawan Pemprov NTB, Marham selaku koordinator acara menyampaikan, peran pemuda dalam menciptakan Pilkada damai di NTB sangat penting sebagai kontrol demokrasi dan sekaligus untuk menggairahkan partisipasi pemilih pemula.

Marham menyebutkan, berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024, jumlah pemilih di NTB sebanyak 3,9 juta orang dan sebesar 58 persen merupakan kalangan pemuda atau Milenial dan Generasi Z (Gen Z).

“Kita berharap kehadiran teman-teman pemuda dalam diskusi ini, mampu membantu penyelenggara menciptakan Pilkada damai dan mencegah politisasi SARA,” kata Marham.

Sementara itu Pelaksana Harian Asisten I Setda NTB Lalu Hamdi mengatakan, pesta demokrasi lima tahunan ini harus berlangsung dengan riang gembira. Pelaksanaan Pilkada serentak 2024 adalah ajang memilih pemimpin sesuai harapan rakyat untuk mengawal pembangunan di NTB lima tahun ke depan.

“Pemuda harus memberikan kontribusi di dalam penyelenggaraan Pilkada ini. Setidaknya ikut berpartisipasi di dalam pemilihan pemimpin lima tahun ke depan,” kata Hamdi.

Lebih lanjut disampaikannya, kesuksesan Pilkada serentak 2024 bukan hanya menjadi tugas KPU dan Bawaslu. Tetapi menurutnya, menjadi tugas semua pihak termasuk media massa dan pemuda. Apalagi, pemilih yang didominasi Milenial dan Gen Z, punya kontribusi dalam mewujudkan Pilkada yang damai.

“Saya optimis, pelaksanaan pilkada 2024 akan sukses, berlangsung jujur dan adil serta langsung umum, bebas rahasia. Kita bisa memberikan kontribusi atas hal itu,” ujarnya.

Momentum inipun dimanfaatkan oleh KPU NTB untuk mensosialisasikan tahapan – tahapan Pilkada yang saat ini sedang berjalan. Komisioner KPU NTB Agus Hilman mengatakan, bahwa pemuda dapat berkontribusi besar dalam upaya mencegah politisasi SARA melalui media sosial serta kegiatan – kegiatan di kampus dan sebagainya.

“Kita belajar dari sejarah, peran pemuda dalam berbagai perubahan sistem demokrasi, sehingga untuk mencegah politisasi SARA melalui sosial media bisa diterapkan,” kata Hilman.

Dalam kesempatan ini, Ketua Bawaslu NTB, Itratip juga menjelaskan kepada para peserta yang hadir, bahwa perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini, merupakan cara untuk memilih pemimpin terbaik yang akan menahkodai daerah.

Ia berharap kepada para pemuda untuk terlibat aktif dalam setiap proses Pilkada di NTB, terutama terlibat aktif melakukan pengawasan melalui media sosial. Selain melakukan pengawasan di media sosial, Itratip berharap pemuda juga ikut membantu Bawaslu dalam memutus politik uang.

“Jadi generasi muda ini, jangan ikut terlibat dalam politik uang. Kita ingin merubah pola pikir yang seperti ini, memutus penggunaan politik uang,” ucapnya.

Tak hanya sebatas diskusi publik, para mahasiswa dan jajaran penyelenggara pemilu serta Forum Wartawan Pemprov NTB berdeklarasi untuk mewujudkan Pilkada damai di Provinsi NTB.

aNd

Previous articleRaker RUU Daerah, Pj Bupati Pidie tekankan klausul sejarah Pidie untuk Indonesia
Next articlePemuda harus jadi garda terdepan wujudkan Pilkada damai dan cegah politisasi SARA di NTB