Mataram – PT. Kijang Lombok Raya terus menjaga produktifitas sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja resmi di Nusa Tenggara Barat. Sedikitnya 41 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Mataram pada Kamis (6/7) dilepas keberangkatannya melalui acara penyerahan uang tunai Rp2,5 juta yang sebelumnya digunakan para calon pekerja membuat passport dan pemeriksaan kesehatan sebagai implementasi bebas biaya atau zero cost.
Acara pelepasan dan penyerahan uang tunai dari PT. Kijang Lombok Raya kepada calon pekerja, disaksikan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi NTB H. Muhammad Jamhur serta tokoh masyarakat setempat Zohri. Penyampaian pesan untuk calon pekerja, seakan menjadi wajib disampaikan agar setiap mereka tidak lupa dengan tanggung jawabnya saat berada di rantauan nanti.
“Jaga kepercayaan orang dirumah, jaga kepercayaan mereka agar perjalanan menjadi migran nyaman aman dan tentram sebagaimana yang di niatkan,” ucap H. Muhammad Jamhur, Anggota DPRD Provinsi NTB.
Wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, juga berpesan agar seluruh calon pekerja yang berangkat dari PT. Kijang Lombok Raya tetap menjaga nama baik perusahaan. Tidak boleh melakukan maksiat yang nantinya akan menjerumuskan pada penyesalan, kemudian kembali ke tanah air dengan kesengsaraan.
“Selamat jalan, niatkan dari sekarang untuk keselamatan dan kelancaran segala urusan selama dirantauan. Pastikan restu keluarga dirumah selalu menemani perjalanan anda, sehingga anda terhindar dari hal hal yang menjerumuskan kepada kesengsaraan,” kata dia.
Apresiasi PT. Kijang Lombok Raya juga terucap kepada PT. Tradewinds Pantation Berhad, yang telah memberikan kesempatan kepada warga pencari kerja di NTB untuk dapat bekerja di perladangan sawit.
Senada juga disampaikan tokoh masyarakat, Zohri, yang membubuhkan pesan dan motivasinya sebagai doa agar seluruh pekerja tetap dalam niatan yang tulus mengais rezeki di negeri rantauan.
“Jangan mudah terbujuk rayu, teman atau siapapun yang sebelumnya memiliki pengalaman tidak baik dirantauan. Jangan dengarkan mereka jika mereka saja tidak disiplin, tidak patuh terhadap perusahaan tempatnya bekerja,” katanya.
Seluruh calon pekerja migran untuk perusahaan perladangan sawit PT. Tradewinds Plantation Berhad Malaysia ini, teragenda untuk penerbangan langsung Lombok – Kuala Lumpur, pada Jumat (7/7).
aNd






