Batu – Belasan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pemprov Nusa Tenggara Barat bersama sejumlah Staff Administrasi Pimpinan didaerahnya, mengulik banyak strategi pembangunan dan pengembangan pariwisata di Kota Batu Malang Provinsi Jawa Timur. Karena antara pulau Lombok di NTB dan Kota yang terkenal dengan apel hijaunya ini, memiliki persamaan secara topografi dan budayanya yang sarat akan legenda rakyat.

Namun totalitas Kota Batu dalam mengangkat kreativitas masyarakat dan pelaku usaha, berhasil melecut kunjungan wisata yang tak hentinya setiap hari. Bahkan berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2023 lalu daerah ini mendapatkan kunjungan wisata mencapai 10 juta orang.

“Kunjungan wisata kami di dominasi masih disekitaran Jawa Timur, kemudian dengan melihat capaian ini pada tahun 2024 kami naikkan target kunjungannya menjadi 11 juta orang wisatawan,” ujar Dwi Nova Andriany Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Kota Batu, saat menerima kunjungan rombongan Forum Wartawan Pemprov NTB di ruang kerjanya pada Kamis (12/9).

Nova mengatakan bahwa sinergitas menjadi kunci, dimana para pengusaha lokal juga turut berperan aktif dalam memajukan pariwisata kota ini. Begitupun pelaku industri kreatif yang menghadirkan berbagai produk dan layanan inovatif, seperti kafe yang memiliki desain unik dan produk lokal khas Batu Malang.

“Sinergi dengan seluruh pihak ini terus kami bangun, dan kami disain dalam 70 kalender even pariwisata tahunan. Kami rangkul semua komunitas, dari kuliner hingga budaya untuk membuat kegiatan bahkan setiap minggunya di spot – spot pagelaran dan atraksi yang telah kami siapkan,” katanya.

Dijelaskannya, terdapat beberapa kegiatan wisata yang menjadi unggulan dengan geliat kunjungan wisatawan yang cukup tinggi, dan sekaligus menjadi panggung bagi komunitas untuk menuangkan kreativitasnya. Yakni bantengan nuswantara dan batu street festival.

Karena selain kegiatan budaya, Kota Batu Malang juga dikenal sebagai tujuan wisata kuliner yang menggoda selera. Ragam kuliner khas, mulai dari makanan tradisional hingga kuliner modern, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung.

“Dua even ini melekat dengan legenda rakyat di Kota Batu. Bantengan Nuswantara ini berupa pentas seni budaya, yang kadang digelar sampai tengah malam. Karena banyaknya komunitas yang ingin tampil. Begitu juga Batu Street Food Festival biasanya kunjungan selalu membeludak,” jelas Nova.

Selain hal tersebut terdapat juga spot – spot wisata alam yang sudah sangat terkenal di Indonesia bertajuk pengembangan Desa Wisata. Sehingga oleh karena daya tariknya ini, sektor pariwisata mampu menjadi pengungkit ekonomi khususnya untuk misi meningkatkan pendapatan daerah dan mengintervensi angka kemisikinan. “Kami punya agrowisata, petik apel, kebun bunga sampai wahana wisata buatan Jatim Park,” tutupnya.

Sementara itu Ketua rombongan Forum Wartawan Pemprov NTB Ajik Tarmidzi, berharap ada kerjasama dan kolaborasi bidang kepariwisataan antara Lombok NTB dengan Kota Batu. Melalui kesempatan ini, ia pun mengundang pihak Disparta Batu untuk datang berkunjung menyaksikan even MotoGP yang sebentar lagi dilaksanakan di Sirkuit Mandalika Lombok. “Semoga kadepannya Pemkot Malang dan NTB dapat berkolaborasi khususnya dalam bidang kepariwisataan,” pungkasnya.

aNd

Previous articlePON XXI : Cabor senam NTB kandas tanpa prestasi
Next articleEvi Apita Maya bentengi santri di Lombok dengan 4 Pilar Kebangsaan