Mataram – Jajaran Direksi perusahaan perladangan sawit di Malaysia sampaikan ucapan selamat secara langsung kepada Evi Apita Maya, karena terpilih kembali menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Nusa Tenggara Barat, berdasarkan hasil perolehan suara KPU NTB pada Sabtu (02/03). Dalam acara tasyakuran menyambut bulan suci Ramadhan 1445 hijriah, yang digelar Evi Apita Maya di Kantor Perusahaan Penyalur Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT. Kijang Lombok Raya, sejumlah pejabat direksi perusahaan pengolahan sawit Malaysia, datang memenuhi undangan. Dan sekaligus bertemu langsung dengan para mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai daerah, yang juga merupakan konstituen pemenangan dari Evi Apita Maya.
“Alhamdulillah, sebelumnya via telpon juga mereka (perusahaan sawit) sudah banyak mengucapkan selamat, namun saya sampaikan bahwa proses penghitungan suara masih berjalan di KPU. Ternyata sekarang mereka datang langsung, artinya proses demokrasi kita di daerah ini menjadi pantauan mereka. Saya sangat mengapresiasi itu,” ucap Evi Apita Maya saat dikonfirmasi.
Adapun perwakilan perusahaan sawit yang hadir dalam tasyakuran sambut Ramadhan ini, diantaranya Kepala Sumber Daya Manusia dan Administrasi PT. Boustead Plantation Berhad, Mohd Fadzly Bin Wahyuddin, serta Ketua Unit Tenaga Kerja PT. Boustead Plantation Berhad, Abdul Rahim Mohd Said.
Senator NTB yang juga menjadi calon petahana dalam Pemilu 2024 itu menyampaikan bahwa antara dirinya selaku Anggota DPD RI dengan para pejabat perusahaan sawit Malaysia, cukup bersahabat melalui upaya memperjuangkan hak – hak tentang pekerja migran. “Sering kali kami menitipkan para pekerja migran Indonesia kita khususnya yang berasal dari Lombok kepada mereka. Agar dijaga dan diperlakukan dengan baik. Disamping kami memperjuangkan segala kebijakannya,” jelasnya.
Pleno KPU untuk Pemilu 2024 masih berjalan, dengan perolehan suara sementara Evi Apita Maya masih menduduki posisi kedua suara terbanyak, atau selisih tipis dengan perolehan suara TGH. Ibnu Halil yang menempati posisi teratas. Meski demikian dirinya optimis bisa melampoi target untuk memimpin perolehan suara, sebagaimana data yang dihimpun dari saksi – saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kita hargai proses demokrasi, meski dibeberapa tempat kami mendapatkan laporan bahwa suara kami di hilangkan. Namun kami tetap kawal itu untuk mempertahankan posisi kita sebagai pemenang yang dipilih rakyat,” kata Evi.
aNd



