Lombok Tengah – Ucapan salam kompak terdengar dari aula Yayasan Darul Ihsan Dusun Lingkok Bunut Desa Lekor Janapria Kabupaten Lombok Tengah, untuk merespons sapaan yang dilontarkan saat kunjungan seorang senator, atau wakil daerah di parlemen Evi Apita Maya. Ratusan santri pada Sabtu (28/3), bahkan menyambut kedatangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ri tersebut dengan lantunan sholawat badar. Sebagaimana yang rutin dilakukan sebagai bentuk penghormatan setiap tamu besar datang mengunjungi mereka dipondok.
Bukan untuk meninjau, kunjungan Evi Apita Maya bersama rombongan untuk memberikan tambahan ilmu, sekaligus menata masa depan negara melalui Empat Pilar Kebangsaan. Materi ini bukan hal yang baru bagi para santri, sehingga setiap kalimat demi kalimat pertanyaan yang diucapkan Evi Apita Maya mampu dijawab dan dimengerti dengan baik.

Senator berparas cantik dapil Nusa Tenggara Barat ini mengatakan, sebagai perpanjangan tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dilakukan untuk menguatkan karakter bangsa dari para generasi muda.
“Simpul – simpul penguatan karakter bangsa ini ada pada generasi muda, pelajar hingga santri. Dan saya sebagai wakil daerah sekaligus anggota MPR RI, bertanggungjawab untuk memastikan masa depan negara ini tidak keluar dari marwahnya yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan,” ucapnya.
Suasana penyampaian sosialisasi berbalut edukasi itupun, di iramakan dengan displin yang ditanamkan dalam yayasan. Dimana setiap santri dituntut untuk disiplin, saling melontar sapa salam hingga saling menghormati. Seakan seperti implementasi pancasila telah melekat bagi setiap santri yang terdaftar dilembaga pendidikan tersebut. Begitupun terhadap kekompakan menjalankan perintah tenaga pendidik, hingga tidak membuat perbedaan strata sosial antara satu yang satu dengan lainnya.

“Pendekatan agama memang selalu ampuh untuk menguatkan jiwa bangsa. Keramahan kita sebagai warga bangsa ini sudah turun temurun diajarkan dari nenek moyang kita, kemudian dilingkungan tempat tinggal dan lingkungan sekolah juga. Jadi kalau budaya ini tetap dijaga maka kita akan tetap menyambut Indonesia yang harmoni dengan beragam suku agama dan rasnya,” terang Evi Apita Maya.
Evi Apita Maya memaparkan, Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama negara. Dijelaskannya, Pancasila menjadi ideologi negara, dasar dan pandangan hidup. Undang – Undang Dasar 1945 merupakan konstitusi dan panduan dalam ketatanegaraan. Kemudian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai final yang harus dipertahankan kedaulatannya. Serta yang terakhir Bhineka Tunggal Ika, semboyan pemersatu.
aNd



