Mataram — Kontingen asal Bali dan Jawa Barat mendominasi kemenangan pada katagori putra dan putri induk olahraga tradisional Walet Basura Nusantara (WBN) di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII, Stadion Turide, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat pada Senin (27/7).
Penyerahan medali dilakukan langsung oleh Ketua Umum Inorga WBN, Bunda Ely, di hadapan peserta dan tamu undangan. Pegiat asal Bali, Anak Agung Istri Trisna Maherani, menjadi bintang lapangan dengan menyabet dua medali emas. Ia mengungguli dua rekannya sendiri dari kontingen Bali, Putu Tania Erlita Anjani yang meraih perak, dan Ni Made Tika Staysanwari yang mendapatkan perunggu.
Maherani kembali naik podium tertinggi di kategori Fast Flight Archery (FFA) U15 Putri setelah mengumpulkan 292 poin. Kali ini, Ni Made Tika meraih medali perak dan Putu Tania Erlita Anjani menyusul di posisi ketiga dengan perunggu. Dengan demikian, Bali menyapu bersih seluruh medali di kategori ini.
Prestasi Bali di katagori putri tidak berhenti di sana. Pada nomor FFA U12 Putri, Putu Queen Abigail berhasil meraih emas, disusul Ni Putu Pradita yang membawa pulang perak. Sementara satu-satunya medali dari luar Bali di nomor ini diraih oleh Khadijah Nuraini, atlet muda asal NTB, yang mendapat perunggu.
Sementara itu, di katagori putra, Jawa Barat menunjukkan dominasinya. Di nomor Kasumedangan Putra, Iman Supardan tampil solid untuk meraih emas, diikuti rekan satu provinsinya Julius Rio yang merebut perak. Redy dari Bangka Belitung menempati posisi ketiga dengan medali perunggu.
Jawa Barat kembali meraih emas melalui Arjuna Permana Putra di kategori FFA U12 Putra, mengalahkan dua atlet Bali yakni I Gusti Putu Dwipa Dama Yuda yang meraih perak dan Made Ganenda Mahardika meraih perunggu.
Satu emas tambahan untuk Bali juga datang dari kategori Jemparing Nusantara U15 Putra, melalui Dewa Gde Sri Utaja yang mencatatkan 221 poin. Posisi kedua dan ketiga ditempati dua wakil Jawa Barat, Tedy Anggara dengan medali perak dan Hafidz Ramdan medali perunggu.
Ketua Umum WBN, Bunda Ely, mengapresiasi semangat seluruh peserta serta pelaksanaan kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh sportivitas. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga bagian penting dalam menjaga dan melestarikan budaya olahraga tradisional Indonesia.
“Anak-anak muda dari berbagai provinsi tampil luar biasa. Mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga menunjukkan kecintaan pada budaya leluhur melalui olahraga tradisional,” ujar Bunda Ely dalam sambutan penutupan.
Rangkaian Fornas VIII NTB masih akan berlangsung hingga akhir Juli 2025 dengan puluhan inorga turut berpartisipasi dalam perhelatan nasional ini.
(()



