Mataram – Kumite Perorangan Kadet Putri pada induk olahraga Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) yang dipertandingkan dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke VIII, menobatkan Aulia Nazma Fairuza sebagai juara terbaik pertama. Ketangkasan dalam seni karate nusantara dari perwakilan DKI Jakarta ini, mampu menyisihkan 24 orang pesaingnya saat berlaga di Gelanggang Olahraga 17 Desember Kota Mataram, pada Minggu (27/7).
“Juara kedua itu dari Provinsi Riau, bernama Arienda Nafiza. Dan juara ketiga dari Kalimantan Selatan, Suafa Auliya,” ucap Novita, penanggungjawab bidang Administrasi Pertandingan FKTI.
Inorga FKTI diikuti oleh sebanyak delapan partisipan daerah Provinsi dan dilaksanakan dalam kondisi yang masih jauh dari kata layak. Tidak hanya dari teknis pertandingan yang mengharuskan pihak panitia menyiasati waktu, melainkan juga kelayakan fasilitas dan sarana yang digunakan dalam pertandingan.
“Dari segi fasilitas misalnya, penerangan dan pendingin ruangan sangat kurang. Padahal sebelum pertandiangan Inorga FKTI sudah datang melihat lokasi dan memberikan saran untuk perbaikan namun tidak ditindaklnjuti,” kata Technical Delegates FKTI Fornas VIII 2025, Afrizal.
Afrizal menilai sosialisasi kegiatan khususnya pada inorga FKTI masih kurang, sehingga sarana prasarana kelengkapan pertandingan tidak disediakan. Disisi lain minimnya penonton, menjadikan atmosphere pertandingan kurang semarak.
“Minim penonton dari masyarakat umum, kebersihan jauh dari layak, kipas dinding yang ada di dalam ruangan tidak ada yang hidup. Kita minta tambah pendingin yang berdiri itu tapi tidak ada,” katanya.
Ia berharap hal ini menjadi evaluasi, khususnya bagi Pemda maupun Kormi, agar dapat menjadi daya dukung penyelenggaraan kegiatan yang sukses pada FORNAS berikutnya.
aNd



