Lombok Tengah – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Evi Apita Maya gunakan pendekatan sederhana untuk melatih fokus dan sekaligus membuka jendela wawasan pelajar terhadap aspek kenegaraan. Melalui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, senator dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Nusa Tenggara Barat ini, berikan edukasi tentang pentingnya setiap generasi bangsa untuk peduli terhadap perkembangan negara yang positif dan tidak terpengaruh moderenisasi yang merusak moral.

Dampak game online, menjadi contoh mendasar yang diungkapkannya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Kecamatan Pujut Lombok Tengah pada Jumat (12/12). Evi Apita Maya mengatakan bahwa pengaruh game online umumnya negatif, dan cenderung pengarah pada dampak sosial.

“Game online itu cenderung menurunkan fokus, dan bahkan mengurangi rasa sosial bermasyarakat. Kalah menang dalam permainan itu terkadang terbawa pada kekecewaan dalam dunia nyata. Yang tak jarang memicu perpecahan. Digitalisasi yang seharusnya memudahkan kita untuk mencari informasi, membuka wawasan kita malah justru meredupkan kepedulian kita bahkan dengan dinamika yang terjadi saat ini,” bebernya.

Evi Apita Maya selaku perpanjangan tangan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menerangkan, bahwa 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika dapat menjadi benteng diri. Setiap pemaknaan dari pilar kebangsaan tersebut bersifat universal positif. Mencakup aspek kerohanian, sosial, peraturan, kebersamaan hingga musyawarah.

“Jadi game online itu bagi saya adalah pertentangan dari pilar – pilar kebangsaan ini. Dimana kalian harusnya bersatu malah jadi bermusuhan karena game online. Pelajar harusnya bekerjasama dalam hal yang positif, kerja kelompok dan kegiatan dilingkungan sekolah malah bekerjasama agar bisa membalas kekalahan dan penghukuman,” jelasnya.

Pancasila contohnya, lanjut Evi Apita Maya. Berisi beragam ilmu terapan yang menjamin setiap warga masyarakat hidup rukun dan berkeadilan. Begitupun terhadap NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang mengajarkan bagaimana kesejahteraan dan keamanan itu disokong dengan hidup berdampingan.

“Sementara pada pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 berisi ketegasan mutlak, yang mengingatkan kita sebagai manusia yang merdeka. Terbebas dari bujuk rayu asing untuk perpecahan,” sebut Evi Apita Maya.

Kegiatan sosialisasi inipun dirangkaikan dengan tanya jawab, agar ratusan pelajar yang mengikuti sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tetap bersemangat sampai akhir kegiatan.

aNd

Previous articleSerunya sosialisasi 4 pilar kebangsaan ala senator Evi Apita Maya
Next articleGubernur NTB tekankan pengawasan, laksanakan mandat program pempus