Lombok Tengah – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Evi Apita Maya mengajak pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat untuk memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan sebagai pondasi membentuk karakter generasi bangsa.
Pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika, harus mampu difahami secara utuh agar setiap pelajar melihat persoalan bangsa secara lebih bijak.

“Ada aksi mahasiswa memperjuangkan keadilan, jangan dibilang kurang kerjaan. Dijanjikan bekerja enak dengan gaji besar diluar negeri, ternyata dibohongi. Dan banyak contoh – contoh persoalan yang hanya dilihat dari satu sisi saja, tanpa tahu yang sebenarnya,” ucap Evi Apita Maya saat sosialisasi empat pilar kebangsaan, Sabtu (13/12).
Empat pilar kebangsaan lanjut Evi Apita Maya, tidak hanya berbicara soal pengetahuan dan ilmu pendidikan, namun lebih dari itu untuk membentuk mental dan moral setiap anak bangsa. Oleh karenanya ahlak menjadi implementasi yang utama dalam pilar kebangsaan, untuk membangun generasi yang beradab, menghargai perbedaan, dan mampu menjaga integritas bangsa ditengah tantangan perkembangan zaman.

Evi Apita Maya, senator dari daerah pemilihan Provinsi NTB dalam perannya sebagai perpanjangan tangan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, juga mengajak pelajar di SMPN 6 Praya Timur agar menjadikan kondisi negara saat ini sebagai evaluasi dan refleksi. Karena banyak tantangan sosial, politik dan ekonomi yang membutuhkan pemikiran kritis dari generasi muda.
“Kita masih punya waktu untuk memperbaiki hal-hal yang kurang positif dengan menyiapkan generasi yang lebih baik dan lebih berakhlak,” katanya.
Doktrin dari sosialisasi empat pilar kebangsaan inipun disampaikan dengan pendalaman isu strategis daerah dan nasional agar mudah dicerna pelajar.
aNd



