Mataram – Dengan sentuhan digitalisasi, Industri Kreatif produk IKM dan UKM di Nusa Tenggara Barat kini dapat menjangkau pasar global dengan mudah, melalui layanan pemasaran NTB Mall. Lebih dari 3.000 jenis produk dari 1.600 pelaku usaha kecil menengah, dipasarkan melalui online situs resmi dan juga offline pada gerai NTB Mall yang berlokasi di kantor Dinas Perdagangan NTB.
Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang sekaligus menjadi penanggung jawab NTB Mall, Baiq Baiq Nelly Yuniarti pada Selasa (26/1) menyampaikan, bahwa kualitas produk dari industri kreatif menjadi bukti bahwa pertumbuhan industrialisasi di NTB berjalan baik dan mendukung produktivitas para pelaku usaha. Terlihat dengan semakin berkualitasnya pengemasan, hasil produk, hingga olahan yang telah menyesuaikan dengan produk pasar global.
“IKM yang dikelola oleh Dinas Perindustrian NTB, mendorong perbaikan kualitas produk UKM. Seperti misalnya dengan sebelumnya yang tanpa alat, produk dijual dengan harga yang lumayan mahal. Nah dengan bantuan peralatan yang dibuat IKM semakin memudahkan. Produksi UKM semakin banyak, lebih mudah sehingga harga jualnya menjadi lebih murah. Otomatis kita mampu bersaing,” katanya.
Produktivitas UKM lokal juga tak lepas dari peranan pemerintah melalui Dinas Perdagangan NTB yang terus melakukan pendampingan dan pembinaan, tentang trend pasar global. Melalui tahap pendampingan tersebut, pelaku usaha mendapatkan edukasi tentang keperluan produk yang harus dibuat dan diburu pasar.
“Ini salah satu contohnya, kemasan yang rapi setelah kami melakukan pendampingan. Kami juga terus mengedukasi memberi masukan tentang trend pasar global. Jadi apa yang di inginkan buyers kita komunikasikan, karena memang buyers punya syarat – syarat tertentu dalam setiap produk pesanannya,” ucap Nelly sembari menunjukan salah satu produk di Gerai NTB Mall.
Hingga sejak diluncurkannya pada Desember 2020 lalu, NTB Mall telah berhasil mendapatkan nilai transaksi yang hampir menyentuh angka 100 juta rupiah. Dan bahkan telah menjangkau pasar ekspor Eropa. Nelly mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik koneksi dengan Jawa Barat dan Bali dalam hal pengembangan bisnis ekonomi kreatif ke pasar global.
“Kita sambut baik kemarin koneksi kerjasama dengan Jawa Barat dan Bali karena kita butuh ilmu, knowlage finishing mereka. Nah bekal ilmu dari luar daerah ini yang kita coba bantu bagi kepada teman – teman ekonomi kreatif kita disini,” tandasnya.
aNd



