Mataram – Pemberangkatan angkatan ke 14 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan negara penempatan Malaysia kembali dilepas PT. Kijang Lombok Raya pada Kamis (06/10). Total keseluruhan dalam pelepasan kali ini mencapai 97 orang CPMI yang berasal dari sejumlah daerah Kabupaten Kota di Nusa Tenggara Barat, dan teragenda dalam penerbangan langsung menuju Malaysia untuk ditempatkan pada perusahaan perladangan sawit PT. Tradewinds Plantation Berhad.
Mewakili PT. Kijang Lombok Raya, H. Afrizal memaparkan bahwa total pekerja migran yang telah diberangkatkan sepanjang periode September 2022 telah mencapai 741 orang. Seluruh pekerja migran dipastikan telah mengantongi dokumen resmi, dan tetap dalam implementasi zero cost atau tanpa dipungut biaya, karena uang jaminan yang sebelumnya dikeluarkan calon pekerja untuk pemeriksaan kesehatan dan pembuatan pasport, dikembalikan dalam bentuk saldo tabungan.
“Kami tegaskan kembali bahwa uang jaminan sebesar 2,5 juta rupiah untuk medical dan pasport, kami serahkan kembali kepada yang bersangkutan sebagai implementasi dan komitmen yang kuat bahwa menjadi PMI tujuan Malaysia itu gratis,” ucapnya membuka acara pelepasan.
Ungkapan apresiasi kemudian disampaikan Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Mohammad Ikhwan yang menyebutkan, bahwa dari total pengiriman PMI ke Malaysia dengan jalur resmi, sebagian besarnya disumbangkan oleh PT. Kijang Lombok Raya. Dirinya pun menyambut baik setiap kegiatan pelepasan PMI yang dilakukan oleh PT. Kijang sebagai wujud transparansi bentuk komitmen pemerintah tentang kemudahan menjadi pekerja migran tujuan Malaysia.
“Tahun 2022 ini PMI dari NTB yang diberangkatkan ke Malaysia sudah mencapai 3.900 orang. PT. Kijang ini nomor 2 terbanyak mendominasi dari yang telah memberangkatkan. Kami sangat mengapresiasi karena setiap pemberangkatan PMI ke Malaysia selalu ada dilakukan acara pelepasan,” ungkapnya.
Moh Ikhwan juga berpesan kepada seluruh calon pekerja migran, agar tetap rukun selama bekerja, menjaga nama baik keluarga dirumah serta menjaga nama baik PT. Kijang Lombok Raya. Ia bahkan menekankan agar seluruh pekerja tidak terbujuk rayu oknum, untuk lari dari perusahaan Malaysia yang telah memberikan kontrak kerja.
“Karena kalau ada masalah tetapi lari dari tempat bekerja yang membuatkan kontrak, kami kesulitan untuk melakukan pertanggungjawaban. Tetap sehat para calon PMI, jangan lupa berdoa dan selalu memberi kabar kepada keluarga dirumah,” tegasnya.
Lebih spesifik dalam prosedur pemberangkatan PMI jalur resmi, disampaikan Kasi Penempatan pada Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Provinsi NTB, Asip Yulianto. Ia menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh calon pekerja migran, karena menempuh jalur resmi ditengah masih banyaknya hasutan oknum tekong yang meraup keuntungan dari pahlawan devisa ini. Karena apabila itu dilakukan, disebutkannya pemerintah akan kesulitan untuk melakukan penanganan ketika mendapatkan masalah.
“Karena masih banyak saudara kita yang masih belum memahami prosedur pemberangkatan PMI Malaysia ini. Banyak yang salah jurusan menjadi korban berangkat migran secara ilegal. Dan apabila ada terjadi kecelakaan diperjalanan bekerja, selalu saja ada orang Lombok diantaranya. Mirisnya karena walaupun selamat berangkat secara ilegal pasti pulangnya malu karena hutang dirumah tidak terbayar,” kata Asip Yulianto.
Karenanya dalam kesempatan ini, Asip Yulianto meminta kepada seluruh calon migran agar menjadi duta pekerja yang saling menyampaikan kemudahan menjadi pekerja migran melalui PT. Kijang Lombok Raya. “Berangkatlah secara resmi melalui PT. Kijang yang mudah dan murah. Murahnya itu gratis. Kalau ilegal tidak resmi, berangkat gelap butuh biaya dan tidak jarang terjadi kecelakaan. Dan selalu ada saja korban yang sampai kehilangan nyawa,” ungkapnya.
Asip Yulianto juga menambahkan, bahwa Malaysia suka dengan warga Lombok sebagaimana pengalamannya melakukan peninjauan lapangan ke perusahaan pengguna. Sehingga diminta agar warga Lombok yang bekerja tekun di Malaysia, akan mendapatkan posisi yang strategis dengan hasil yang memuaskan.
“Dari PT. Kijang Lombok Raya, selain anda bekerja nyaman, anda akan mendapat perhatian lebih dari perusahaan. Fasilitas anda terjamin, bonus pun bisa didapatkan bahkan melebihi gaji pokok. Semua standar gaji perusahaan di malaysia 1.500 ringgit, jika tekun bekerja pasti gaji akan melebihi itu,” jelas dia.
Seluruh calon pekerja angkatan 14 dari PT. Kijang Lombok Raya dilepas langsung pemberangkatannya oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTB, H. Jamuhur. Seraya menyelipkan motivasi, legislator dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan kata – kata bijak yang kedepan dapat menjadi prinsip para calon pekerja migran.
“Menjadi calon PMI harus punya prinsip. Jangan terganggu oleh hal hal negatif sehingga sukses bisa digapai ditangan. Jangan sampai lupa istri, lupa diri akhirnya melupakan ilahi. Kalian saling bersaudara jadi harus saling menjaga, saling menghargai. Jangan sampai satu dua orang buat masalah semua terkena imbasnya. Jadi prinsipnya bekerjalah di duniamu, jangan sampai melupakan ibadah,” pesannya.
Ia pun memberi apresiasi kepada PT. Kijang Lombok Raya yang telah berjuang tiada henti untuk menyadarkan masyarakat bahwa menjadi PMI mudah dan bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi.
“Yang berangkat hari ini jangan lupa meminta restu keluarga. Berterimakasihlah kepada pt kijang yang membantu memudahkan perjalanan seluruh calon pmi. Berdoalah agar pt kijang tetap berkontribusi untuk memberikan kemudahan terhadap upaya peningkatan ekonomi,” pungkasnya.
aNd
