Babe

Kemenpar sertifikasi puluhan pemandu gunung, perkuat standar layanan pariwisata di Rinjani

Lombok Utara – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan pariwisata minat khusus, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan memfasilitasi kegiatan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Pemandu Wisata Gunung yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kegiatan ini berlangsung pada 13–14 April 2026 di Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia.

Dalam sambutannya, Ahmad Nur Aulia menyampaikan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan destinasi berkelas dunia. “Pemandu wisata gunung memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Karena itu, kompetensi, etika pelayanan, dan pemahaman terhadap aspek keselamatan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Kegiatan ini dipusatkan di Senaru yang merupakan salah satu pintu gerbang utama pendakian Gunung Rinjani. Sebanyak 50 peserta yang berasal dari seluruh kawasan lingkar Rinjani mengikuti proses sertifikasi dan uji kompetensi sebagai bagian dari upaya memastikan para pemandu lapangan memiliki legalitas resmi serta keahlian yang diakui secara nasional dalam memandu wisatawan di medan pegunungan.

Perwakilan asesor dari LSP Pramindo yang ditugaskan Kementerian Pariwisata menjelaskan bahwa wisata pendakian bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sektor yang sangat bergantung pada aspek keselamatan dan pelestarian alam. Para peserta diuji dalam berbagai kemampuan, mulai dari teknik navigasi, prosedur tanggap darurat, pelayanan wisatawan, hingga pengetahuan mendalam mengenai ekosistem Gunung Rinjani.

Menurut Ahmad Nur Aulia, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini merupakan langkah nyata dalam mendukung visi NTB Mendunia melalui pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. “Kita ingin memastikan wisatawan yang datang ke Rinjani tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga merasakan pelayanan yang aman, nyaman, dan profesional,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Balai TNGR menegaskan pentingnya sertifikasi bagi para pemandu yang beroperasi di kawasan konservasi. Hal tersebut dinilai penting demi mendukung tata kelola pendakian yang tertib, aman, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip Leave No Trace.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara menambahkan bahwa pemandu wisata merupakan ujung tombak citra pariwisata daerah. Dengan hadirnya pemandu yang kompeten dan tersertifikasi, kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap destinasi Gunung Rinjani diharapkan semakin meningkat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia pariwisata di NTB semakin kuat serta mampu memperkokoh posisi Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata pendakian kelas dunia yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

aNd

Exit mobile version