Babe

Jubir Menlu RI, DPD RI hingga BP3MI, lepas 71 orang PMI ke Syarikat Boustead Plantations Berhad Malaysia

Mataram – Memetik keberkahan di bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah, PT. Kijang Lombok Raya lepas pemberangkatan 71 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan shalawat dan doa pada Minggu (17/3). Acara pelepasan disaksikan langsung oleh Anggota DPD RI Evi Apita Maya, juga Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi NTB, Noerman Adhiguna dan juru bicara Menteri Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal. Tradisi wajib perusahaan mengembalikan uang jaminan PMI, sebagai implementasi skema zero cost atau bebas biaya bekerja di Syarikat Boustead Plantations Berhad Malaysia, bahkan dilakukan langsung oleh jajaran pejabat publik tersebut.

Anggota DPD RI Evi Apita Maya dalam sambutannya tak henti untuk mengingatkan para pekerja, agar memantapkan niat dalam bekerja di Negara tetangga. Ia menyebut bahwa dengan niatan yang baik, para pekerja dijamin tidak akan menemukan masalah dikemudian hari, khususnya ketika bekerja untuk perusahaan.

Anggota DPD RI, Evi Apita Maya menyerahkan uang tunai implementasi zero cost

“Apapun yang dikerjakan saat rantauan tergantung nawaitu (niat). Kalau bekerja tidak ditempat yang sudah ditentukan itu menjadi ilegal. Negara tidak mau melindungi. Kalau terjadi segala sesuatu yang menyangkut ketidak sesuaian dengan perjanjian, kami siap pasang badan untuk memperjuangkan dan melindungi,” tegas Evi Apita Maya.

Dihadapan seluruh calon pekerja migran yang akan diberangkatkan ke Malaysia, Senator Evi Apita Maya memperkenalkan sosok juru bicara Menlu RI yang juga Mantan Duta Besar RI di Negara Turky, Lalu Muhammad Iqbal, sebagai tokoh putra daerah yang digadang – gadang menjadi calon Gubernur NTB periode 2024 – 2029 mendatang. Ia menceritakan bahwa Muhammad Iqbal juga berperan dalam menentukan aturan hukum bagi PMI yang berada di berbagai Negara.

“Lalu Muhammad Iqbal ini adalah salah seorang sosok dibalik aturan – aturan perlindungan PMI kita. Beliau putra daerah yang selama ini menjadi wakil kita turut serta menyusun payung hukum terhadap prosedur penerimaan pekerja migran di Luar Negeri. Dan Insya Allah kini beliau kembali pulang ke kampung halamannya, dan menyatakan diri siap untuk mengawal kebijakan daerah dengan menjadi bakal calon Gubernur NTB mendatang,” ucapnya.

Juru bicara Menlu RI, Lalu Muhammad Iqbal menyerahkan uang tunai implementasi zero cost

Menanggapi yang disampaikan Evi Apita Maya tersebut, juru bicara Menlu RI, Lalu Muhammad Iqbal yang juga putra daerah asal Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, bercerita tentang pengalamannya ketika mengawal kebijakan penyusunan Undang – Undang tentang Perlindungan Pekerja Migran. Seperti halnya yang dilakukan oleh PT. Kijang Lombok Raya, dengan komitmennya mengimplementasikan kebijakan bebas biaya perekrutan PMI ke Malaysia.

“Saya ikut menyusun undang – undang perlindungan termasuk zero cost. Apresiasi kijang telah menjalani kebibajakn hukum itu. Karena ada dua pilihan, tidak ikut aturan untuk meraup keuntungan pribadi, namun bermasalah dengan aturan perlindungan atau mengedepankan aturan dan patuh terhadap kebijakan untuk kepentingan rakyat. Nah Datuk Fetra Azymon selaku pimpinan PT. Kijang Lombok Raya tetap komitmen dengan aturan kebijakan itu, dan tidak pernah saya dengar bermasalah selama saya berada di Kementerian Luar Negeri,” ujar Lalu Muhammad Iqbal.

Tiga pesan penting juga disampaikannya dalam sambutannya kepada seluruh calon pekerja migran PT. Kijang Lombok Raya. Diantaranya berkaitan dengan niat baik untuk bekerja, yang harus dimiliki oleh calon pekerja. Kedua ditegaskannya bahwa pekerja migran harus memiliki kebanggaan dan tidak boleh diremehkan oleh siapapun.

“Bangga menjadi PMI, tidak boleh ada yang meremehkan kalian menjadi pekerja migran. Karena ketika banyak orang menjadi masalah buat Negara, justru kalian mengirim devisa buat negara dan menjadi pahlawan buat Negara. Yang ketiga jadilah duta besar negara dengan menunjukkan sikap yang baik, tegas berani dengan cara – cara yang bermartabat,” ungkapnya.

Melalui kesempatan ini, Lalu Muhammad Iqbal juga memperkenalkan dirinya dihadapan para calon pekerja dan seluruh keluarga pengantar calon pekerja, terkait keinginan dan harapannya untuk menjemput takdir sebagai bakal calon Gubernur NTB lima tahun mendatang. Ia berjanji akan memastikan perlindungan serta kesejahteraan PMI dan juga keluarganya, karena Provinsi NTB menjadi salah satu kantung pekerja migran terbesar di Indonesia.

“Saya ingin menjemput takdir mengurusi PMI di NTB. Supaya PMI terlindungi begitupun keluarganya juga terlindungi. Mohon doa dan dukungannya. Saya mengapresiasi dapat kesempatan untuk bekerjasama dengan PT. Kijang Lombok Raya, membenahi sengkarut permasalahan PMI kita,” ujar Lalu Muhammad Iqbal.

Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna menyerahkan uang tunai implementasi zero cost

Menutup acara pelepasan, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Noerman Adhiguna, memberikan tips – tips jitu tentang bagaimana menjadi PMI yang baik di luar Negeri. Ia meminta agar seluruh pekerja intens memberikan pelaporan melalui layanan resmi BP3MI, jika menemukan permasalahan yang menyangkut hak dan tanggungjawab saat bekerja.

“Menjadi PMI itu tidak mudah, semua serba melalui proses. Karena disana di Negara tempat kerja itu harus jelas statusnya agar profesional dan prosedural. Ingat jangan melanggar aturan yang sudah disepakati bersama antara negara kita dengan negara tempat bekerja. Ambil ilmunya ambil budayanya untuk kita praktikkan disini,” katanya.

Melalui kesempatan ini, Gunawan Adiguna juga menginformasikan terkait layanan pemberangkatan yang kini semakin baik. Hal ini membuktikan bahwa kini Negara lebih serius mengurusi persoalan pekerja migran, seperti layanan khusus yang kini bisa dinikmati di Bandara Internasional Lombok.

“Pekerjaan kami juga di awasi oleh wakil daerah seperti DPD RI. Kalian akan dilayani dengan baik dari pemberangkatan hingga tiba ditempat kerja. Seperti dibandara sekarang sudah ada layanan khusus, sehingga calon pekerja migran bisa merasakan betapa bangganya menjadi PMI, diruangan khusus dan pesawat khusus,” jelas Gunawan.

Seluruh pekerja migran dari PT. Kijang Lombok Raya ini diagendakan dalam penerbangan langsung Lombok – Kuala Lumpur pada Senin 19 Maret.

aNd

Exit mobile version