Mataram – PT. Kijang Lombok Raya tuntaskan lagi proses pendataan online untuk 52 orang calon pekerja migran, yang akan bekerja di perusahaan perladangan sawit PT. Tradewids Plantation Berhad dan PT. Boustead Plantations Berhad di Malaysia. Seluruh calon migran ini, akan diberangkatkan dalam dua jadwal penerbangan langsung menuju Kuala Lumpur pada pekan ini. Sebagaimana di sampaikan Komisaris Utama PT. Kijang Lombok Raya, Datuk Fetra Ezymon yang ditemui pada Senin (12/9), bahwa kloter pemberangkatan pertama pekan ini akan diberangkatkan pada Selasa 13 September, dan berikutnya pada Rabu 14 September.
“Malam ini kita tuntaskan semuanya, seperti dokumen yang harus dikantongi pekerja, kemudian mendaftar syarat pelaku perjalanan melalui aplikasi My Sejahtera,” ucapnya.
Sebagaimana menjadi tradisi, prosesi pelepasan pemberangkatan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh pekerja mendapatkan setiap haknya selama bekerja, sekaligus mensosialisasikan kewajiban yang harus dijalani selama bekerja menjadi rantauan. Dalam pelepasan pemberangkatan ini, PT. Kijang juga mengembalikan uang senilai Rp 2,5 juta dalam bentuk saldo tabungan, yang sebelumnya sempat dikeluarkan oleh calon pekerja sebagai jaminan.
“Para pekerja ini sebelumnya kita tarik uang jaminan dulu Rp 2,5 juta, yang kami gunakan untuk pembuatan visa kerja, medical cek-up, dan layanan bestinet. Uang yang sudah mereka keluarkan itu kita kembalikan dengan membuka rekening tabungan BNI. Jadi yang terima nanti bisa yang bersangkutan (pekerja) atau ahli waris keluarga yang ditinggalkan,” jelas Datuk Ezy panggilan akrab.
Datuk Ezy memaparkan bahwa alur perekrutan CPMI sampai penempatan ke perusahaan pengguna secara resmi, melalui 13 tahapan wajib. Seluruh tahapan harus difasilitasi oleh lembaga penyalur atau Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan estimasi limit waktu 92 hari sejak berkas diterima dari pelamar kerja.
“Mulai dari medical, rekom dari Dinas Tenaga Kerja setempat, pembuatan passport, smart medical lab secara online, bestinet, calling visa, endorsement visa dan permohonan rigistrasi Kedutaan di Negara penempatan, pendataan BP2MI, orientasi pra pemberangkatan, kemudian yang terakhir adalah mengurus tiket pemberangkatan,” paparnya.
Dengan seluruh tahapan tersebut, atau sejak diberlakukannya sistem satu saluran terintegrasi bagi calon PMI tujuan Malaysia, PT. Kijang Lombok Raya telah memberangkatkan 362 orang pekerja. Sedikitnya terdapat 117 orang CPMI saat ini menunggu waktu pemberangkatan, dan 130 orang CPMI lainnya masih dalam proses administrasi.
“Terbesar itu serapan tenaga kerja dari Lombok Timur 40 persen, juga dari Lombok Tengah 30 persen. Target kita kalau bisa kirim 800 sampai 1.000 orang yang akan kita berangkatkan untuk bekerja hingga akhir tahun 2022 ini. Sebagaimana permintaan yang kita terima dari 5 perusahaan mitra di Malaysia,” pungkas Datuk.
aNd
