Babe

Evi Apita Maya ungkap keterkaitan nilai ibadah Ramadan dengan 4 Pilar Kebangsaan  

Lombok Tengah – Bulan suci Ramadan menjadi momentum yang baik untuk menguatkan toleransi dan semangat gotong royong bagi setiap orang, sebagaimana tercermin dalam 4 Pilar Kebangsaan. Hal ini mengemuka dalam sosialisasi yang disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Evi Apita Maya dihadapan ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Praya Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat pada Jumat (13/3).

Ditengah suasana khidmad berpuasa, sendi dan implementasi dari Pancasila, Undang – Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, tersampaikan dengan baik serta penuh khusyuk.

“Yang hadir seluruhnya muslim, jadi nilai – nilai pada 4 Pilar Kebangsaan yang disampaikan lebih mudah dengan pendekatan nilai ibadah bulan Ramadan. Diantaranya semangat gotong royong menuju kebersamaan dan persatuan, toleransi antar yang berpuasa dan tidak berpuasa, hingga pendalaman etika dan moral bangsa yang harus dijunjung tinggi. Keseluruhannya itu juga bernilai ibadah dibulan Ramadan,” ucap Evi Apita Maya.

Senator dapil Provinsi NTB ini menyampaikan bahwa nilai – nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan sejatinya berjalan sejajar dengan nilai ibadah. Dimana kerukunan tetap harus dijunjung tinggi, etika moral mentaati peraturan yang berlaku dilingkungan sekitar juga menjadi bagian dari upaya meraih keberkahan dalam agama.

Empati sosial juga kerap diwujudkan dengan berbagi ke sesama, juga merupakan cerminan dari jiwa bangsa dalam 4 Pilar Kebangsaan. Bahkan hingga sesederhana membangunkan orang sahur, juga merupakan wujud kebersamaan yang tertuang dalam pilar kebangsaan.

“Membangunkan sahur dengan cara yang baik ya. Dalam agama itu ibadah, dalam 4 Pilar Kebangsaan itu merupakan implementasi sederhana yang menunjukkan bahwa kita sejak lahir telah memiliki karakter sebagai orang Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Evi Apita Maya juga mengingatkan para pelajar untuk tidak merayakan kegembiraan Ramadan dengan saling melempar petasan, hingga perang sarung dan judi balap lari. “Semoga pelajar peserta sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan diruangan ini tidak ada yang seperti itu ya,” ucap Evi Apita Maya penuh harap.

aNd

Exit mobile version