Sumbawa – Dialog publik dalam rangka Penyerapan Aspirasi Masyarakat Majelis Permusyawaratan Rakyat RI sampai di Universitas Teknologi Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (20/6). Anggota MPR RI sekaligus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Evi Apita Maya melakukan tatap muka langsung dengan ratusan mahasiswa, membahas isu “penguatan demokrasi, substansi dan etika berbangsa”.
Mengacu pada pilar – pilar kebangsaan, Evi Apita Maya memaparkan penguatan demokrasi substansial berdasarkan Pancasila adalah upaya pemenuhan hakikat demokrasi, yakni kedaulatan rakyat, keadilan sosial, partisipasi aktif dan kesejahteraan yang merata.
“Demokrasi yang kita anut di negara kita Indonesia, adalah demokrasi yang berpegangan kuat terhadap Pancasila. Seperti partisipasi yang mengedepankan musyawarah mufakat, orientasi keadilan sosial, etika dan moralitas beragama dan penegakan Hak Asasi Manusia,” ujarnya.
Subjek utama dalam demokrasi ini lanjut Evi Apita Maya, adalah rakyat. Karena semua esensi dari demokrasi itu adalah untuk kepentingan rakyat. Dengan nalar publik masyarakat sehat, masyarakat mampu untuk berdiri sebagai perubah kebijakan, bukan sekedar sebagai mobilisasi masa.
“Itulah mengapa masyarakat sipil bangsa kita ini harus kuat, sebagai penyeimbang kekuasaan dan menjaga nilai kemanusiaan dalam berbagai aspek dari demokrasi substansial itu sendiri,” jelas Evi Apita Maya.
Senator dapil Provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga menekankan kepada seluruh mahasiswa peserta dialog publik UTS, agar mempelajari terlebih dahulu setiap isu kritis yang akan disampaikan diruang publik atau unjukrasa. Tidak tersulut hanya dengan video konten hingga berita yang tidak jelas sumbernya.
“Perluas wawasan itu yang membuat kita lebih intelektual. Menyampaikan aspirasi dengan alas dasar yang jelas dan tidak berbelit. Serta sampaikan aspirasi dengan damai, agar didengar dan publik juga tercerdaskan,” katanya.
aNd
