Babe

Evi Apita Maya bentuk karakter siswa Sekolah Dasar dengan 4 Pilar Kebangsaan

Lombok Timur – Pembentukan karakter generasi bangsa yang rukun dan bersosial, menjadi target anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Evi Apita Maya saat mengunjungi Sekolah Dasar Negeri 5 Desa Sukadana Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat pada Selasa (10/2). Materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang disampaikannya, menjadi langkah awal untuk mengenalkan kepada ratusan peserta didik tentang apa yang boleh dan tidak dilakukan diusia produktif untuk anak tumbuh dan berkembang.

“Di era saat ini, usia pelajar SD ini umumnya sudah tekontaminasi gadget, tontonan dan permainan dilayar handphone. Kita tidak bisa memungkiri perkembangan teknologi saat ini, namun kita bisa sisipkan nilai – nilai moral dan budi pekerti untuk meluruskan masa depannya,” ujar Evi Apita Maya.

Materi disampaikan sederhana, meliputi pengenalan Pancasila, Undang – Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika melalui contoh – contoh dasar yang dilakukan peserta didik dalam kehidupan sehari – hari. Baik dilingkungan sekolah, maupun tempat tinggal.

“Kami jadikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kali ini sebagai assesment. Membuka wawasannya, agar mereka tahu kenapa harus bersekolah, kenapa harus patuh kepada orang tua. Dan kenapa ada yang kaya dan miskin, mengapa budaya kita berbeda – beda satu dengan lainnya,” ucapnya.

Senator dapil Provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga menyoroti peran sekolah yang wajib untuk memberikan edukasi tentang realita zaman. Menjadikan setiap pelajar menjadi saudara bagi pelajar lainnya, sehingga dapat saling menjaga dan mengingatkan.

“Jadi sekolah itu sama pentingnya dengan menjaga keharmonisan keluarga. Ketika dirumah siswa mendapatkan edukasi dari orang tua, pun demikian di lingkungan sekolah mendapatkan edukasi dari guru atau tenaga pendidik lainnya. Guru harus menjadi contoh, dengan tidak menunjukkan prilaku kedewasaan yang gamblang dihadapan siswa,” terang Evi Apita Maya.

Upaya – upaya ini dilakukan Evi Apita Maya untuk menyikapi kasus putus sekolah yang terjadi di salah satu sekolah di Lombok. “Agar siswa SD ini tidak putus sekolah juga hanya karena penyimpangan moral, menjadikan kedekatan dengan lawan jenis sebagai hubungan serius menuju pernikahan,” tutupnya.

aNd

Exit mobile version