​Lombok Timur — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat, Evi Apita Maya, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi para siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Kabupaten Lombok Timur pada Jumat (11/9). Langkah ini diambil guna memperkuat karakter, rasa cinta tanah air, dan pemahaman berbangsa di kalangan generasi muda.

​Dalam pemaparannya, Evi menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai dasar negara sejak dini. Menurutnya, pemuda adalah fondasi utama keberlangsungan bangsa di masa depan.

Dalam kesempatan ini iapun membedah secara mendalam empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara.

“Yang pertama itu ​Pancasila, sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang menuntun etika serta moral masyarakat. Kemudian Undang-Undang Dasar 1945, sebagai hukum dasar tertulis yang menjadi acuan dalam kehidupan bernegaranya. Dua poin ini setiap hari kalian dapatkan dilingkungan sekolah,” ucapnya.

Berikutnya lanjut senator berparas cantik asal NTB ini, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai bentuk negara yang wajib dijaga keutuhannya dari segala potensi perpecahan.

“​Bhinneka Tunggal Ika, sebagai semboyan perekat keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.
​Antusiasme para pelajar terlihat tinggi selama sesi dialog interaktif berlangsung. Dua pilar berikutnya ini yang mungkin luput dari pandangan kita, bahwa pelajar suatu sekolah tidak hanya datang dari satu daerah melainkan berbeda – beda daerah, bahkan agama suku dan rasnya,” jelas Evi Apita Maya.

Evi mengajak para siswa tidak hanya menghafal konsep tersebut, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling menghormati perbedaan, menjaga toleransi, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

​Melalui sosialisasi ini, Evi berharap para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas Lombok Timur dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif dan menjaga persatuan di tengah dinamika arus modernisasi.

aNd

Previous articlePemprov NTB upayakan jalan keluar krisis air bersih kawasan Gili Matra
Next articleKolaborasi IFG dan Jamkrindo, dari budaya menuju UMKM naik kelas