Lombok Timur – Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang – Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjado agenda rutin jajaran Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan berbagai elemen pemerintahan. Sebagaimana dilakukan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Evi Apita Maya selaku perpanjangan tangan MPR untuk memperkuat karakter bangsa khususnya generasi muda Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) nomor 1 Kota Raja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (25/3).

Dihadapan ratusan pelajar sekolah ini, Evi Apita Maya menerangkan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak terbatas pada pengenalan konsep. Melainkan upaya memastikan bahwa “Negara Hadir” untuk kepentingan rakyat dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

“Hal mendasar dari implementasi pilar kebangsaan ini, telah diajarkan tidak hanya melalui lingkungan pendidikan melainkan lebih jauh lagi sejak kita semua tumbuh mulai mengenal daerah kita sendiri. Menyalami orang tua, sopan santun, saling menghargai. Di sekolah lebih tinggi lagi levelnya untuk pengamalan dan pengenalan kebijakan – kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Bukti negara hadir telah terpapar jelas dalam empat pilar kebangsaan ucap Evi Apita Maya. Sebagaimana program pendidikan gratis, bantuan sosial untuk hidup layak, hingga permodalan usaha yang bisa dimanfaatkan bagi kreativitas masyarakat mewujudkan investasi usaha.

“Makan Bergizi Gratis (MBG), juga salah satu bukti negara hadir untuk menjaga kemakmuran rakyatnya. Jadi generasi muda saat ini cukup fokus untuk belajar, mengembangan kapasitas diri. Sementara urusan pangan dan kesehatan juga biaya pendidikan menjadi tanggungjawab negara,” ungkap Evi Apita Maya.

Senator berparas cantik dari dapil Nusa Tenggara Barat ini juga mengatakan, bagaimana kebijakan – kebijakan pemerintah untuk kemakmuran rakyat saling berkaitan. Dan setiap generasi muda memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dalam perpanjangan tangan program pemerintah tersebut untuk di daerah masing – masing.

Dengan bekal ilmu ekonomi yang baik, generasi muda bisa menjadi akuntan profesional yang banyak dibutuhkan untuk Koperasi Merah Putih. Bekal pelayanan medis dan keahlian dalam mengelola pangan berbizi, bisa menjadi ahli gizi dalam MBG. “Kreatif dibidang usaha kecil menengah, bisa mengelola dan mengolah pangan daerah kemudian menjadi pemasok di Koperasi Merah Putih dan MBG,” jelasnya.

Lebih lanjut Evi Apita Maya meminta agar generasi muda berfikir cerdas dalam menyikapi tantangan perkembangan zaman di era digital saat ini.

“Jika tidak bisa menyikapi perkembangan digitalisasi saat ini dengan hal – hal yang lebih bermanfaat, maka kalian akan merugi. Di medsos banyak hal – hal yang bermanfaat, mengajak kita untuk lebih kreatif menciptakan iklim usaha yang akan menjadikan kita menjadi pengusaha sukses. Dan bahkan banyak konten solutif yang membantu persoalan sehari – hari,” terang Evi Apita Maya.

aNd

Previous articleJamkrindo catat volume penjaminan Rp27,68 triliun hingga Februari 2026
Next articleEvi Apita Maya: Menata masa depan negara dari Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan