Mataram – Tak terbantahkan keoptimisan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk meraih 17 emas dalam PON XX Papua pada Oktober 2021 mendatang seakan teriring dengan doa dari berbagai kalangan. Bahkan isu kesehatan dan keamanan di daerah penyelenggaraan, dicap sebagai peluang bagi atlet untuk menunjukkan kualitas diri mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat.

Menurut laporan pada klasmen sementara di daerah pertandingan, atlet NTB terus menunjukkan kualitasnya. Sebagai contoh di cabang olahraga futsal, atlet NTB terus melaju mengejar puncak klasemen di group A, menyisihkan Kalimantan Barat dengan skor 4-2 dan tentu juga pada klasmen lainnya.

Kabar membanggakan ini persis seperti yang di tegaskan KONI NTB, bahwa kontingen asal NTB merupakan yang paling siap untuk bertanding dibandingkan provinsi lain. Begitupun Gubernur NTB saat pelepasan kontingen pada pekan lalu nampak sangat optimis, bahwa 106 altet terbaik NTB dapat meraih target emas.

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi NTB TGH. Patompo Adnan, Lc., juga menyampaikan hal senada dalam keoptimisan atlet NTB dapat membawa pulang emas. Ia menyebutkan bahwa sejauh pengamatannya, apa yang dinyatakan oleh Ketua KONI NTB benar adanya, jika melihat pada aura wajah atelit NTB yang akan berangkat ke PON XX Papua tersebut.

“Insya Allah, yaa kita harus optimis menang, karena kita tidak tahu catatan kita. Yang terpenting adalah komitmen pada proses dan selalu menjunjung sportivitas tinggi juga jangan lupa meminta kepada Allah untuk diunggulkan atas yang lain serta mendapatkan kemenangan yang diridhoi olehnya,” katanya.

Patompo Adnan yang juga Ketua Fraksi PKS NTB ini, juga mengakui bahwa proses menuju pemberangkatan untuk bertanding pada PON Papua, telah matang dipersiapkan para atlet setiap Cabor. Termasuk syarat kesehatan prokes yang ketat, dan pendampingan pengamanan dari unsur Kepolisian, terlepas dari latihan keras yang dijalani.

“Pon XX Papua akan dimulai pada 2 Oktober mendatang, persiapan kontingen NTB terlihat matang, termasuk syarat kesehatan prokes Covid-19, dimana PCR  harus dilakukan untuk memastikan kontingen berangkat dalam keadaan sehat bugar dan tidak terindikasi Covid,” ucap Patompo.

aNd