Mataram – Sembilan daerah peserta inorga dari Indonesia Tradisional Karate Federation (INATKF) tampil maksimal dalam laga perdana Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang dilaksanakan di Gedung Padepokan Gelangang Olahraga 17 Desember Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Seluruh daerah menampilkan putra putri terbaiknya, yang seakan menunjukkan semangat dan ketangkasan dalam seni bela diri karate tradisional nusantara.
Delegasi Teknis INATKF pada FORNAS VIII NTB, Bachtiar Effendy pada Sabtu (26/7) mengatakan, bahwa total seluruh peserta yang bertanding sebanyak 153 orang, yang mengikuti 16 nomor kejuaraan. Diantaranya berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Barat.
“Sejauh ini antusiasme dilapangan cukup bagus dan seluruh peserta terlihat bersemangat mempersembahkan penampilan terbaiknya,” ucap Bachtiar melaporkan.
Bachtiar yang memantau jalannya pertandingan menyatakan seluruh nomor kejuaraan berlangsung aman dan lancar. Sedikit kendala yang disebabkan faktor lingkungan, mampu diselesaikan dengan baik sehingga tidak menunda estimasi waktu pertandingan yang ditetapkan secara teknis.
“Saat ini lapangan, kejuaraan terganggu dengan adanya cahaya matahari yang menembus kedalam jendela kaca menuju arena, sehingga menyilaukan peserta. Namun hal tersebut bisa diantisipasi dan diambil jalan keluarnya,” ungkap Bachtiar.
Bachtiar mengatakan Fornas VIII di Provinsi NTB, lebih dari sekedar olahraga kreasi masyarakat, melainkan juga ajang silaturahmi bagi peserta inorga INATKF diseluruh Indonesia. Sekaligus mengembangkan kemampuan pegiat olahraga bela diri karate tradisional.
“Semoga seluruh rangkaian Fornas VIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat berjalan sukses sebagaimana yang diharapkan,”
aNd



